Inilah Beberapa Syarat Untuk Pengajuan Modal Usaha

Niat dan keberanian sangat urgen dalam mengawali bisnis. Namun yang tidak cukup penting ialah modal risiko, sampai-sampai bisnis dapat dibuka dan tumbuh. Dalam tulisan ini, anda akan membicarakan ini secara eksklusif dalam konteks UMKM atau Mikro, suatu perusahaan kecil dan menengah, yang sebetulnya diklasifikasikan sebagai perusahaan yang lebih susah untuk pengajuan kredit baru.

Di Indonesia, UMKM sebetulnya mendapat perhatian pemerintah yang lumayan karena bisnisnya benar-benar sibuk dan dirasakan mendukung perekonomian negara. Pengembangan UMKM pun dikaitkan dengan kesempatan kerja yang dekat, yang sudah menyebabkan tidak sedikit orang mengawali bisnis daripada menggali pekerjaan.

Dengan perhatian pemerintah yang lumayan besar, pemerintah sebetulnya telah menawarkan serangkaian pinjaman modal ventura untuk UMKM. Tetapi untuk masing-masing aktor yang hendak mengajukan pinjaman modal, butuh terlebih dahulu menilai apakah aset diklasifikasikan sebagai kriteria UMKM. Dalam urusan ini, tidak boleh ragu untuk mengemukakan pinjaman, sekitar Anda mematuhi aturan yang diputuskan dalam UU No. 20, 2008.

Kriteria UMKM

Perusahaan ini disebutkan sebagai perusahaan mikro andai mempunyai total aset sampai 50 juta Rupiah dan tidak tergolong dalam perhitungan tanah dan pembangunan lokasi komersial. Di samping menghitung total kekayaan perusahaan, tersebut juga bisa dihitung menurut penghasilan pengusaha. Mencapai 300 juta Rupee masing-masing tahun, ia diklasifikasikan sebagai wirausaha mikro.

Oleh sebab itu, suatu bisnis disebutkan sebagai bisnis kecil dengan kekayaan antara 50 dan 500 juta dan seorang pengusaha dengan pendapatan antara 300 dan 2,5 miliar.

Sementara itu, perusahaan disebutkan mempunyai laba rata-rata antara Rp 500 juta dan Rp 10 miliar atau andai pengusaha mempunyai pendapatan tahunan antara 2,5 dan 50 miliar.

Kriteria peminjaman dana

Setelah mengidentifikasi bisnis kita dalam kelompok UMKM, sekarang Anda dapat berpindah ke tahapan berikutnya, yang adalahsumber modal yang tersedia. Masing-masing sumber modal ini mempunyai persyaratannya sendiri. Sumber modal ialah sebagai berikut:

Kredit kegunaan. Berdasarkan pemakaiannya, terdapat pinjaman modal dan pinjaman investasi. Pinjaman modal kerja seringkali tersedia untuk pengusaha guna mendapatkan modal mula dalam bisnis. Sementara itu, kredit investasi mempunyai jangka panjang, lima tahun. Pinjaman investasi lazimnya ditujukan guna perusahaan yang sudah beroperasi selama sejumlah tahun dan membutuhkan dana ekstra untuk pengembangan atau inovasi bisnis.

Kredit dengan jaminan. Jenis kredit ini mempunyai dua kriteria, yaitu garansi dan pinjaman tanpa jaminan. Tentu saja, setiap kredit ini memiliki keunggulan dan kekurangan. Misalnya, pinjaman hipotek, yang berarti Anda dapat mendapatkan modal, tetapi memastikan sesuatu untuk peminjam. Dengan jaminan, bahkan pinjaman nominal seringkali lebih tinggi. Tetapi kerugiannya ialah prosesnya lebih lama sebab peminjam mesti mengkonfirmasi apa yang dijamin.

Sementara itu, KTA atau pinjaman tanpa garansi tidak membutuhkan apa pun guna agunan. Namun, peminjam pun melakukan verifikasi ketat terhadap KTA ini dan siap untuk memungut tindakan hukum andai pinjaman belum dibayar. Namun, KTA mempunyai proses yang lebih cepat.

Persyaratan Umum

Sebelum memasukkan persyaratan khusus, urusan kesatu yang mesti dipenuhi ialah persyaratan umum laksana IDS dan ID, NPWP / SPT, tabungan giro sekitar tiga bulan terakhir, menuntaskan korespondensi bisnis, laporan transaksi keuangan, dokumen perencanaan investasi, dan amplop pembayaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Rekomendasi Baju Batik Untuk Anda yang Berprofesi Sebagai Guru

Tidak melulu untuk pesta dan keikutsertaan dalam acara formal, akan namun untuk acara sah dan edukasi di sekolah, batik menjadi di antara kostum yang tidak jarang dikenakan sebab sangat apik dan menawan dari sisi desain dan tampilan. Pembatik guru misalnya, paling istimewa dengan motif yang sejak ketika itu sampai sekarang masih tidak sedikit digunakan khususnya […]

Batik Pesisir Motif India

Batik India adalah batik wastra yang mengaplikasikan berbagai ragam hias wastra India, yaitu kain Patola dan Chintz atau Sembagi. Jenis batik pria ini diproduksi oleh pedagang Arab dan Tionghoa pada awal abad ke-19 di pesisir utara Jawa khususnya Cirebon dan Lasem. Pasca kemerosotan perdagangan Nusantara dengan India, kedua kain tersebut sulit didapat, sehingga pada awal […]