Dengan Aplikasi Mandiri Pintar Kredit Cair dalam 5 Menit

Usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) adalah salah satu sektor yang paling terpengaruh selama wabah Covid-19. Penyebaran wabah penyakit mematikan tersebut berdampak pada terbatasnya aktivitas ekonomi dan masyarakat, melemahnya permintaan dan mempengaruhi akuisisi pelaku UMKM. Dalam upaya mendukung pelaku usaha, termasuk sektor UMKM, keluar dari tekanan dampak pandemi koroner, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menghadirkan terobosan berupa aplikasi Smart Mandiri (Pinjaman Tanpa Masalah). . Melalui layanan inovatif ini, Bank Mandiri mendigitalkan aplikasi pengajuan kredit mikro produktif.

Proses pengajuan kredit yang efektif atau disebut juga tanpa ribet menjadi faktor penting pendukung penyaluran dana bagi pelaku korporasi di segmen UMKM. Aplikasi Smart Independent memberikan kemudahan bagi pemasar kredit mikro dan nasabah untuk mendapatkan berbagai fasilitas pembiayaan. Dengan adanya aplikasi ini, kinerja kredit yang diberikan kepada pelaku korporasi di segmen mikro pasti akan meningkat. Alfian, salah satu Penjual Kredit Mandiri (MKS) yang ditugaskan di Pasar Cipete Jakarta, menyatakan aplikasi Mandiri Pintar menawarkan banyak keuntungan, baik dari sisi pegawai Bank Mandiri yang bertugas menambah jumlah pinjaman, maupun bagi nasabah penerima kredit. .

Sebelum Mandiri Pintar ada, proses yang harus dilakukan MKS adalah mencari nasabah dimulai dengan membagikan brosur, memberikan penjelasan jenis kredit yang bisa diperoleh nasabah, wawancara, melihat kemungkinan bisnis, kendali BI dan jaminan perusahaan. Jika semua persyaratan administrasi yang dipersyaratkan sudah lengkap, lanjut Alfian, proses penerbitan kredit hingga persetujuan bisa memakan waktu minimal seminggu kerja, atau bahkan lebih lama jika diperlukan persyaratan tambahan atau persyaratan belum lengkap.

Beberapa syaratnya antara lain fotokopi KTP (jika pasangan membutuhkan fotokopi keduanya), fotokopi buku nikah, fotokopi Kartu Keluarga, NPWP dan fotokopi jaminan. Belum lagi kita sebagai penjual harus memeriksa kembali datanya, katanya. Kini dengan aplikasi Smart Independent, kata Alfian, pemasar bisa langsung memproses pengajuan kredit smartphone ke pelanggan dalam waktu yang lebih cepat. Prosesnya memakan waktu sekitar 15 menit setelah pemasar mengirimkan data debitur melalui Mandiri Pintar. Aplikasi ini juga dapat melayani aplikasi kredit mikro produktif baru dan menambah kredit mikro produktif yang sudah ada.

Saat ini, kerumitan proses pengajuan kredit bisa diatasi dengan aplikasi Mandiri Pintar. Proses yang dibutuhkan hanya membutuhkan waktu 5-10 menit, pinjaman sudah bisa ditransfer ke rekening pemohon kredit. Berdasarkan pengalaman terkini, Alfian mengungkapkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk verifikasi hingga kesepakatan kurang dari 5 menit untuk menambah pulsa nasabah, jika semua persyaratan yang dipersyaratkan sudah masuk ke database Banca Mandiri dan kualitas jaringan jelas.

Kalau top up kita sudah ada data pelanggan, jadi tinggal kirim dan setujui, beberapa menit kemudian sudah bisa terkirim dan diterima langsung di rekening pelanggan. Masalahnya juga dengan sinyal jaringan, kalau sinyalnya bagus maka semuanya bisa cepat, Alfian menjelaskan. Kemudahan dan kecepatan ini merupakan inovasi teknologi yang dikedepankan oleh Banca Mandiri untuk menjadi yang terdepan dalam era digitalisasi. Bahkan aktivitas tatap muka antara penjualan dan pelanggan hanya dilakukan pada tahap berlangganan perjanjian kredit, berdasarkan prinsip kehati-hatian yang harus dipatuhi oleh perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Rekomendasi Baju Batik Untuk Anda yang Berprofesi Sebagai Guru

Tidak melulu untuk pesta dan keikutsertaan dalam acara formal, akan namun untuk acara sah dan edukasi di sekolah, batik menjadi di antara kostum yang tidak jarang dikenakan sebab sangat apik dan menawan dari sisi desain dan tampilan. Pembatik guru misalnya, paling istimewa dengan motif yang sejak ketika itu sampai sekarang masih tidak sedikit digunakan khususnya […]

Batik Pesisir Motif India

Batik India adalah batik wastra yang mengaplikasikan berbagai ragam hias wastra India, yaitu kain Patola dan Chintz atau Sembagi. Jenis batik pria ini diproduksi oleh pedagang Arab dan Tionghoa pada awal abad ke-19 di pesisir utara Jawa khususnya Cirebon dan Lasem. Pasca kemerosotan perdagangan Nusantara dengan India, kedua kain tersebut sulit didapat, sehingga pada awal […]